Kamis, 12 Juli 2012

tulisan populer

ABSTRAC

Dikota Semarang kurangnya lapangan kerja di desa menyebabkan semakin tingginya minat penduduk desa untuk pindah ke kota. Industry di kota membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga para pekerja banyak berbondong-bondong menuju kota dan menetap di kota Semarang dengan pertimbangan dekat lokasi kerja. Keadaan ekonomi para pekerja berbeda-beda, pekerja yang memiliki tingkat perekonomian menengah tinggi lebih suka tinggal di luar pusat kota yang lebih nyaman dengan fasilitas yang permukiman yang terencana. Bagi pekerja yang memiliki tingkat perekonomian menengah kebawah akan lebih suka tinggal di dekat lokasi kerja mereka. Inilah yang menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di kota Semarang, padahal luas lahan kota Semarang semakin menipis dengan bukti sudah tiadanya lahan pertanian maupun lahan kosong serta semakin banyaknya bukit – bukit di Semarang yang dikepras untuk area permukiman baru. Kondisi ini akan menyebabkan munculnya masalah-masalah baru di kota Semarang dan sekitarnya.

PENDAHULUAN

Angka kepadatan penduduk yang tinggi di kota Semarang di sebabkan oleh tingginya arus urbanisasi. Semarang menjadi daerah tujuan urbanisasi di Jawa Tengah, mengingat semakin berkembangnya industri besar maupun kecil di kota Semarang. Banjir dan rob menerjang kawasan Semarang dan sekitarnya, terutama kawasan pesisir, tentu bukan hal yang asing bagi kita. Sudah sedari jaman penjajahan Belanda usaha pengendalian terhadap banjir dan rob dilakukan. Mulai dari meninggikan badan jalan hingga pengerukan sungai. Namun berbilang tahun dan berganti pula tampuk kepemimpinan belum menjadikan adanya perubahan yang berarti terhadap kondisi mengenaskan tersebut.
Sejarah panjang kota Semarang tidak bisa dilepaskan terhadap masalah banjir. Topografi Semarang sendiri terbilang sangat unik dibanding kota-kota lainnya. Bagian utaranya yang terdiri dari rawa-rawa dan dataran? rendah sedangkan bagian selatan yang terdiri atas perbukitan dan dataran tinggi. Melihat keadaan tersebut, pemerintah Belanda yang sudah ahli dalam masalah mengatasi banjir melakukan proyek pembuatan Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur yang membelah kota Semarang. Pembangunan tersebut diharapkan untuk melindungi pusat pemerintahan yang terletak di Semarang tengah.
Namun kondisi dulu yang sudah ditata dengan rapi sangat berbeda dengan kondisi yang sekarang. Kota Semarang yang saat ini menjadi kota metropolitan penuh sesak dengan masalah-masalah termasuk banjir. Hal ini juga diperparah dengan sikap masyarakat yang belum disiplin dalam
membuang sampah yang dapat mengakibatkan tersumbatnya gorong-gorong kota dan pendangkalan air sungai. 
Pantai marina yang seharusnya menjadi rawa-rawa untuk tempat parkir air dari sungai
kini disulap menjadi perumahan mewah. Pembangunan perumahan yang tidak dibarengi dengan penghijauan yang cukup telah mengakibatkan adanya penahan laju air laut yang naik yang disebabkan air laut pasang.

ISU DAN PERMASALAHAN

                Permasalah yang ada di kota semarang didominasi oleh ada nya kemacetan dan banjir, dalam hal ini mengambil permasalahan di kota semarang yang salah satu nya banjir. Banjirdi karenakan penebangan hutan sembarang dan pembuangan sampah yang tidak tertata.



PEMBAHASAN

                Melihat karakteristik geografi, Kota Semarang memiliki daerah-daerah potensi banjir, karena adanya perbedaan tinggi dataran antara wilayah utara dan ilayah selatan. Kondisi ini terjadi karena adanya banjir kiriman dari wilayah selatan Kota Semarang dan kabupaten Semarang. Dalam pembahasan penebangan hutan seharusnya dikurangi untuk daerah-daerah penyerapan air. Karena penyerapan banyak di lakukan di daerah itu maka perlu pengawasan yang benar-benar menunjang. Akibat penebangan secara liar, maka hutan menjadi gundul karena di manfaatkan sebagai pembangunan-pembangunan gedung, pemukiman, pertambangan dan pembangunan industri.
                Bau busuk yang mencemari udara di kota Semarang disebabkan oleh pengelolaan sampah, selokan dan gorong-gorong yang tidak baik. Tingginya kepadatan penduduk di kota Semarang juga meningkatkan banyaknya sampah-sampah rumah tangga dan sampah hasil industri. Tidak semua orang sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Terbukti dengan ditemukannya sampah yang dibuang sembarangan di tempat umum, di kali, selokan, dan hal ini akan menyumbat aliran air buangan dan mempercepat pembusukan sampah sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap menyemari permukiman dan semua area. Kondisi di TPA kota Semarang juga semakin menumpuk, contohnya di TPA Jati Barang lokasinya terletak di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, di bagian barat Kota Semarang  dikabarkan air lindi sudah mencemari air sungai Kreo yang memang lokasi TPA ada di tepi sungai Kreo. Saat melewati lokasi ini akan tercium bau busuk yang menyengat. Hal itu dikarenakan kurang nya kesadaran dalam tiap penduduk kota semarang yang membuat sampah tidak dibuang pada tempat nya, selain membuat jelek pemandangan juga membuat saluran-saluran menjadi mampet sehingga ada  nya banjir dimana-mana.

PENUTUP

                Kota yang bersih tidak bisa di lihat dari luar nya saja, dalam penjagaan wilayah nya juga harus bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada. Penanggulangan masalah banjir di Kota Semarang dinilai tidak efektif karena pemerintah hanya mengoptimalkan pembangunan infrastruktur tanpa disertai dengan pengendalian faktor penyebab banjir. Akibatnya, banjir masih terus terjadi.

REFERENSI

Anonim.’’permasalahan kota semarang. http://nilageographer.blogspot.com/permasalahan-kota-semarang.html.Diunduh 9 mei 2012














PAPER KARYA TULIS POPULAR TEKNIK KOMUNIKASI
“PENGGUNDULAN HUTAN DI KOTA SEMARANG
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Komunikasi (TKP 050)


Logo Undip.png

Disusun oleh:
AMALIA SITA AGUSTIN
21040111060049


PROGRAM DIPLOMA III PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012


judul 1

isi 1