ABSTRAC
Dikota Semarang kurangnya
lapangan kerja di desa menyebabkan semakin tingginya minat penduduk desa untuk
pindah ke kota. Industry di kota membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga para
pekerja banyak berbondong-bondong menuju kota dan menetap di kota Semarang
dengan pertimbangan dekat lokasi kerja. Keadaan ekonomi para pekerja
berbeda-beda, pekerja yang memiliki tingkat perekonomian menengah tinggi lebih
suka tinggal di luar pusat kota yang lebih nyaman dengan fasilitas yang
permukiman yang terencana. Bagi pekerja yang memiliki tingkat perekonomian
menengah kebawah akan lebih suka tinggal di dekat lokasi kerja mereka. Inilah
yang menyebabkan kepadatan penduduk yang tinggi di kota Semarang, padahal luas
lahan kota Semarang semakin menipis dengan bukti sudah tiadanya lahan pertanian
maupun lahan kosong serta semakin banyaknya bukit – bukit di Semarang yang
dikepras untuk area permukiman baru. Kondisi ini akan menyebabkan munculnya
masalah-masalah baru di kota Semarang dan sekitarnya.
PENDAHULUAN
Angka kepadatan penduduk yang tinggi di kota
Semarang di sebabkan oleh tingginya arus urbanisasi. Semarang menjadi daerah
tujuan urbanisasi di Jawa Tengah, mengingat semakin berkembangnya industri
besar maupun kecil di kota Semarang. Banjir dan rob menerjang kawasan Semarang
dan sekitarnya, terutama kawasan pesisir, tentu bukan hal yang asing bagi kita.
Sudah sedari jaman penjajahan Belanda usaha pengendalian terhadap banjir dan
rob dilakukan. Mulai dari meninggikan badan jalan hingga pengerukan sungai.
Namun berbilang tahun dan berganti pula tampuk kepemimpinan belum menjadikan
adanya perubahan yang berarti terhadap kondisi mengenaskan tersebut.
Sejarah panjang kota Semarang
tidak bisa dilepaskan terhadap masalah banjir. Topografi Semarang sendiri
terbilang sangat unik dibanding kota-kota lainnya. Bagian utaranya yang terdiri
dari rawa-rawa dan dataran? rendah sedangkan bagian selatan yang terdiri atas
perbukitan dan dataran tinggi. Melihat keadaan tersebut, pemerintah Belanda
yang sudah ahli dalam masalah mengatasi banjir melakukan proyek pembuatan
Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur yang membelah kota Semarang.
Pembangunan tersebut diharapkan untuk melindungi pusat pemerintahan yang
terletak di Semarang tengah.
Namun kondisi dulu yang sudah ditata dengan rapi sangat berbeda dengan kondisi yang sekarang. Kota Semarang yang saat ini menjadi kota metropolitan penuh sesak dengan masalah-masalah termasuk banjir. Hal ini juga diperparah dengan sikap masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah yang dapat mengakibatkan tersumbatnya gorong-gorong kota dan pendangkalan air sungai.
Pantai marina yang seharusnya menjadi rawa-rawa untuk tempat parkir air dari sungai kini disulap menjadi perumahan mewah. Pembangunan perumahan yang tidak dibarengi dengan penghijauan yang cukup telah mengakibatkan adanya penahan laju air laut yang naik yang disebabkan air laut pasang.
Namun kondisi dulu yang sudah ditata dengan rapi sangat berbeda dengan kondisi yang sekarang. Kota Semarang yang saat ini menjadi kota metropolitan penuh sesak dengan masalah-masalah termasuk banjir. Hal ini juga diperparah dengan sikap masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah yang dapat mengakibatkan tersumbatnya gorong-gorong kota dan pendangkalan air sungai.
Pantai marina yang seharusnya menjadi rawa-rawa untuk tempat parkir air dari sungai kini disulap menjadi perumahan mewah. Pembangunan perumahan yang tidak dibarengi dengan penghijauan yang cukup telah mengakibatkan adanya penahan laju air laut yang naik yang disebabkan air laut pasang.
ISU DAN PERMASALAHAN
Permasalah yang
ada di kota semarang didominasi oleh ada nya kemacetan dan banjir, dalam hal
ini mengambil permasalahan di kota semarang yang salah satu nya banjir.
Banjirdi karenakan penebangan hutan sembarang dan pembuangan sampah yang tidak
tertata.
PEMBAHASAN
Melihat
karakteristik geografi, Kota Semarang memiliki daerah-daerah potensi banjir,
karena adanya perbedaan tinggi dataran antara wilayah utara dan ilayah selatan.
Kondisi ini terjadi karena adanya banjir kiriman dari wilayah selatan Kota
Semarang dan kabupaten Semarang. Dalam pembahasan penebangan hutan seharusnya
dikurangi untuk daerah-daerah penyerapan air. Karena penyerapan banyak di
lakukan di daerah itu maka perlu pengawasan yang benar-benar menunjang. Akibat
penebangan secara liar, maka hutan menjadi gundul karena di manfaatkan sebagai
pembangunan-pembangunan gedung, pemukiman, pertambangan dan pembangunan
industri.
Bau busuk
yang mencemari udara di kota Semarang disebabkan oleh pengelolaan sampah,
selokan dan gorong-gorong yang tidak baik. Tingginya kepadatan penduduk di kota
Semarang juga meningkatkan banyaknya sampah-sampah rumah tangga dan sampah
hasil industri. Tidak semua orang sadar akan pentingnya membuang sampah pada
tempatnya. Terbukti dengan ditemukannya sampah yang dibuang sembarangan di
tempat umum, di kali, selokan, dan hal ini akan menyumbat aliran air buangan
dan mempercepat pembusukan sampah sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap
menyemari permukiman dan semua area. Kondisi di TPA kota Semarang juga semakin
menumpuk, contohnya di TPA Jati Barang lokasinya terletak di Kelurahan
Kedungpane, Kecamatan Mijen, di bagian barat Kota Semarang dikabarkan air lindi sudah mencemari air
sungai Kreo yang memang lokasi TPA ada di tepi sungai Kreo. Saat melewati
lokasi ini akan tercium bau busuk yang menyengat. Hal itu dikarenakan kurang nya
kesadaran dalam tiap penduduk kota semarang yang membuat sampah tidak dibuang
pada tempat nya, selain membuat jelek pemandangan juga membuat saluran-saluran
menjadi mampet sehingga ada nya banjir
dimana-mana.
PENUTUP
Kota yang
bersih tidak bisa di lihat dari luar nya saja, dalam penjagaan wilayah nya juga
harus bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada. Penanggulangan
masalah banjir di Kota Semarang dinilai tidak efektif karena pemerintah hanya
mengoptimalkan pembangunan infrastruktur tanpa disertai dengan pengendalian
faktor penyebab banjir. Akibatnya, banjir masih terus terjadi.
REFERENSI
Anonim.’’permasalahan kota semarang.
http://nilageographer.blogspot.com/permasalahan-kota-semarang.html.Diunduh 9 mei 2012
PAPER KARYA TULIS
POPULAR TEKNIK KOMUNIKASI
“PENGGUNDULAN HUTAN DI KOTA SEMARANG”
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Komunikasi (TKP 050)

Disusun oleh:
AMALIA SITA
AGUSTIN
21040111060049
PROGRAM DIPLOMA III PERENCANAAN WILAYAH DAN
KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012